Dalam kehidupan sehari-hari, manusia umumnya menggunakan sistem bilangan desimal dengan basis 10. Namun, pada sistem digital, perangkat elektronik bekerja menggunakan dua keadaan logika, yaitu:
- 0 = OFF
- 1 = ON
Karena itu, sistem digital menggunakan sistem bilangan biner sebagai dasar operasinya.
Jenis-Jenis Sistem Bilangan
A. Sistem Bilangan Desimal
Sistem bilangan desimal memiliki basis 10.
Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Contoh:
375₁₀
Artinya:
- 3 × 10² = 300
- 7 × 10¹ = 70
- 5 × 10⁰ = 5
Jadi:
375₁₀ = 300 + 70 + 5
B. Sistem Bilangan Biner
Sistem bilangan biner memiliki basis 2.
Simbol yang digunakan:
0 dan 1
Contoh:
1011₂
Artinya:
- 1 × 2³ = 8
- 0 × 2² = 0
- 1 × 2¹ = 2
- 1 × 2⁰ = 1
Jadi:
1011₂ = 8 + 0 + 2 + 1 = 11₁₀
Sistem biner sangat penting karena rangkaian digital hanya mengenal dua kondisi logika.
Sistem Bilangan Oktal
Sistem bilangan oktal memiliki basis 8.
Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Contoh:
157₈
Artinya:
- 1 × 8² = 64
- 5 × 8¹ = 40
- 7 × 8⁰ = 7
Jadi:
157₈ = 64 + 40 + 7 = 111₁₀
Sistem Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan heksadesimal memiliki basis 16.
Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F
Keterangan:
- A = 10
- B = 11
- C = 12
- D = 13
- E = 14
- F = 15
Contoh:
2F₁₆
Artinya:
- 2 × 16¹ = 32
- F × 16⁰ = 15
Jadi:
2F₁₆ = 32 + 15 = 47₁₀
Heksadesimal sering digunakan untuk mempersingkat penulisan bilangan biner yang panjang.
Komentar Pembaca
0 komentarBelum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.